Langsung ke konten utama

Malam Lebaran.

Bulan diatas kuburan.

-Sitor Situmorang.

Bulan hanya menunaikan tugasnya, sebagai makhluk-Nya untuk mengikuti garis edarnya. Malam itu, ia menampakkan purnamanya diatas langit ibukota. Dipandanginha warga-warga ibukota pada hari raya, hampir semua berwajah gembira menyambut hari kemenangan. Bulan tersenyum lembut.

Hingga pandangannya menyapu sudut kota yang suram, pekuburan. Rumah masa depan. Ia dapat mendengar jeritan jiwa-jiwa yang tersisksa, namun juga dapat mendengar kebahagiaan jiwa-jiwa yang tak sabar ingin berjumpa dengan Rabb-nya.  Sinar pandangnya menyapu seorang gadis kecil, kerudung putih membingkai wajahnya. Gadis itu mengenggam sebuah kertas, sepertinya sobekam dari buku cetak bahasa Indonesia. Gadis itu menatap nisan di depannya, senyumnya lemah, dan ia tampak menahan tangisnya.

Bulan mengenal gadis itu. Hampir setiap senja dan malam hari, ia akan menghampiri sebuah makam--makam ayahnya--dan membacakan satu atau dua bait puisi, berdoa, lalu pergi. Malam ini sepertinya tidak berbeda, gadis itu mengenggam kertas di tangannya erat-erat, dan dengan suara pelan, ia berkata

"Malam lebaran,

Bulan diatas kuburan."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

We're all Minky Momo(s), after all.

Halo. Sudah berapa lama Farah nggak nulis? :") Blog ini sama berdebunya dengan buku-buku lama di Perpusat UI. Anyway, entah kenapa malam ini sedang ingin menulis. Random saja, karena melihat postingan seorang senior yang telah menyelesaikan sidang skripsinya minggu lalu. Di timeline line, ia me-repost sebuah lirik lagu dari anime tahun 90'an, Minky Momo. Iya, Minky Momo yang rambutnya pink dan bawa-bawa tongkat itu,  yang mungkin jadi inspirasi sinetron 'Bidadariku' Anyway, yang direpost adalah lirik lagu ini: Ingin menjadi apa, setelah dewasa Ingin menjadi apa, tak terbayangkan~ Diikuti dengan kalimat 'paling relatable 2k16'. Dan seketika saya langsung tersentak 'Oh', batin saya. Berbicara tentang masa depan, karir, memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak sekali ketidak pastian, ada banyak tantangan yang menunggu. Kadang, saat jalan sudah lurus terbentang di hadapan kita, kita masih bingung harus memilih jalan yang sebelah man...

Sejarah

Ada yang bilang kepadaku tak usah pedulikanmu karena kamu hanyalah benda mati yang membisu pada seonggok waktu Ada pula yang bilang kepadaku untuk bercermin kepadamu karena kamu begitu tua sehingga lakumu telah mengisahkan laku laku dan dosa masa lalu Ada yang bilang kepadaku untuk menghormatimu bukan karena kau begitu tua tetapi karena kau akan selalu dan selalu menjadi baru Ada yang bilang kepadaku bahwa kamu tidak lebih dari sebuah beban dan dosa yang dibesar besarkan bahwa kamu hanyalah dongengan yang dilegalkan Ada yang bilang kepadaku bahwa kamu belum selesai dan akan mempelajarimu jika sudah selesai cerita tentangmu sambil berseloroh ia mencandakan akhir waktu Lalu, kamu berbisik kepadaku; “Aku memang seonggok benda mati yang membisu, kaummu telah berbicara lebih banyak tentangku dari pada waktu. Aku memang mengisahkan dosa dan laku masa lalu, tapi aku juga mengisahkan bahagia, pesta pora, dan kemenangan penulisku. Aku memang selalu dan selalu menjadi baru, teta...

Piano Man

Piano Man Hoshiura Tanaka             Jazz Hands Bar and Café             5   Januari 2019             2:30 AM.             Bar itu dipenuhi dengan garis polisi, dan di depannya mobil-mobil polisi terparkir.             Polisi-polisi itu sibuk dengan alat komunikasi mereka masing-masing. Salah satu dari mereka, seorang detektif muda bernama Hoshiura Tanaka, terlihat berlarian ke -sana ke mari di TKP. Ia mencatat keterangan para saksi, meneliti bukti-bukti yang ditemukan tim forensik, dan memeriksa kondisi mayat yang ditemukan.             Sementara ini, dia belum bisa menemukan teori apa pun. Penyelidikan pembunuhan bukalah kisah novel Ra...