Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Puisi Masjid Agung dan Nyanyian Katedral Tua.

Alkisah, pada suatu hari, Masjid Agung dan Katedral Tua pernah jatuh cinta.             Tentu saja, mereka tidak bisa menjalin hubungan cinta sebagaimana dua insan yang tengah dimabuk asmara, karena mereka adalah Masjid Agung dan Katedral Tua. Bahkan manusia-manusia yang telah mereka persatukan pun, tidak ada yang keluar dari rumah ibadah yang berbeda. Apalagi, jika Katedral Tua dan Masjid Agung memutuskan untuk bercinta. Mustahil. Keduanya tau benar akan hal itu.             Maka dari itu, yang mereka lakukan hanya lirikan mata diam-diam dan bisikan hati yang syahdu. Meski mereka tahu, perasaan mereka terlarang, tapi desir hari mereka tidak bisa berbohong. Tiap kali pandangan mereka bersirobok, ada desir-desir hati yang tergerak, untuk kemudian mereka diamkan kembali. Setiap kali desir itu terasa menganggu, keduanya selalu mengingat hal yang sama: Tuhan.   ...

Malam Lebaran.

Bulan diatas kuburan. -Sitor Situmorang. Bulan hanya menunaikan tugasnya, sebagai makhluk-Nya untuk mengikuti garis edarnya. Malam itu, ia menampakkan purnamanya diatas langit ibukota. Dipandanginha warga-warga ibukota pada hari raya, hampir semua berwajah gembira menyambut hari kemenangan. Bulan tersenyum lembut. Hingga pandangannya menyapu sudut kota yang suram, pekuburan. Rumah masa depan. Ia dapat mendengar jeritan jiwa-jiwa yang tersisksa, namun juga dapat mendengar kebahagiaan jiwa-jiwa yang tak sabar ingin berjumpa dengan Rabb-nya.  Sinar pandangnya menyapu seorang gadis kecil, kerudung putih membingkai wajahnya. Gadis itu mengenggam sebuah kertas, sepertinya sobekam dari buku cetak bahasa Indonesia. Gadis itu menatap nisan di depannya, senyumnya lemah, dan ia tampak menahan tangisnya. Bulan mengenal gadis itu. Hampir setiap senja dan malam hari, ia akan menghampiri sebuah makam--makam ayahnya--dan membacakan satu atau dua bait puisi, berdoa, lalu pergi. Malam ini se...

We're all Minky Momo(s), after all.

Halo. Sudah berapa lama Farah nggak nulis? :") Blog ini sama berdebunya dengan buku-buku lama di Perpusat UI. Anyway, entah kenapa malam ini sedang ingin menulis. Random saja, karena melihat postingan seorang senior yang telah menyelesaikan sidang skripsinya minggu lalu. Di timeline line, ia me-repost sebuah lirik lagu dari anime tahun 90'an, Minky Momo. Iya, Minky Momo yang rambutnya pink dan bawa-bawa tongkat itu,  yang mungkin jadi inspirasi sinetron 'Bidadariku' Anyway, yang direpost adalah lirik lagu ini: Ingin menjadi apa, setelah dewasa Ingin menjadi apa, tak terbayangkan~ Diikuti dengan kalimat 'paling relatable 2k16'. Dan seketika saya langsung tersentak 'Oh', batin saya. Berbicara tentang masa depan, karir, memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak sekali ketidak pastian, ada banyak tantangan yang menunggu. Kadang, saat jalan sudah lurus terbentang di hadapan kita, kita masih bingung harus memilih jalan yang sebelah man...