Kompartemen Terakhir Oleh: Farah Fakhirah Cerita ini terinspirasi dari tagar #JakartaEncounters di media sosial twitter. Kau melirik jam tanganmu, lima menit menuju pukul sembilan malam. Kau menyumpah-nyumpah, entah kepada ketua organisasimu, pada kepala seksimu, atau kepada dirimu sendiri kau tujukan sumpah serapah ini, kau tak tahu. Yang kau tahu, karena rapat sialan yang menyita sebagian besar waktumu itu, kini kau hanya punya lima menit untuk mengejar kereta terakhir menuju rumahmu. Beginilah nasib kalau menjadi mahasiswa aktif yang tidak diperbolehkan mengekos, pikirmu. Kau hanya punya dua pilihan: meminta izin untuk pulang terlebih dahulu, karena kereta yang akan mengantarmu pulang tidak akan lagi datang, atau menginap di kosan temanmu, dengan catatan temanmu adala...