Alkisah, pada suatu hari, Masjid Agung dan Katedral Tua pernah jatuh cinta. Tentu saja, mereka tidak bisa menjalin hubungan cinta sebagaimana dua insan yang tengah dimabuk asmara, karena mereka adalah Masjid Agung dan Katedral Tua. Bahkan manusia-manusia yang telah mereka persatukan pun, tidak ada yang keluar dari rumah ibadah yang berbeda. Apalagi, jika Katedral Tua dan Masjid Agung memutuskan untuk bercinta. Mustahil. Keduanya tau benar akan hal itu. Maka dari itu, yang mereka lakukan hanya lirikan mata diam-diam dan bisikan hati yang syahdu. Meski mereka tahu, perasaan mereka terlarang, tapi desir hari mereka tidak bisa berbohong. Tiap kali pandangan mereka bersirobok, ada desir-desir hati yang tergerak, untuk kemudian mereka diamkan kembali. Setiap kali desir itu terasa menganggu, keduanya selalu mengingat hal yang sama: Tuhan. ...