Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Auntumn Leaves

Aku benci musim gugur, karena ia mengingatkanku padamu. Pada janjimu, pada senyummu, dan juga pada wajahmu. Aku benci musim gugur, karena ia mengingatkanku pada sentuhanmu, pada hangat dekapmu, dan pada canda tawamu. Aku benci musim gugur, karena ia mengingatkanku pada indahnya saat-saat bersamamu. Saat-saat kita duduk berdua di bawah naungan pohon jati di Jogja. Saat kita berkhayal jati itu adalah guguran sakura yang menaungi kita. Saat kita bermimpi, bahwa kita akan duduk di taman kota Paris, di bawah naungan pohon apel yang beraroma manis. Aku benci musim gugur, karena ia mengingatkanku pada kita. Pada jiwa muda asmara kita. Pada kenangan-kenangan di sekolah, tempat mengajar kita. Saat kita saling menggoda satu sama lain, saat kita digoda oleh murid-murid lain. Dulu, kau selalu marah pada mereka, namun, di sisi lain, aku tahu kau mengaminkan godaan mereka. Aku tahu, di balik teguran dinginmu, terdapat hati yang hangat dan siap tersentuh. Namun, bahkan aku tak bera...

Rahasia

“Selamat ulang tahun, ya”             Kata-kata itu kau ucapkan di ruangan kelas kita. Diantara sisa-sia kue dan lilin yang kubawa, serta piring kertas yang berceceran. Kata itu diucapkan begitu ringan dari bibirmu. Sebuah kalimat yang begitu sederhana pula. Hanya sebuah ucapan selamat ulang tahun. Namun, entah mengapa, kalimat ringan yang sederhana itu, terasa begitu mengena di hatiku. Begitu tulus, hinga yang bisa kulakukan hanyalah menganggukan kepala sesaat, menerima ucapan itu. Tetapi, tatapan dari kedua bola matamu masih tertinggal di memoriku. Terpatri seperti prasasti yang tak lekang oleh waktu.             Tidaklah lama aku mengenalmu. Tiga bulan pun tak sampai. Kita sama-sama saling mengenal di lembaga kursus bahasa Jepang ini. Bertemu di kelas yang sama, dengan Sensei yang sama, dan teman-teman yang juga sama. Tapi, aku tidak memiliki kesempatan untuk mengen...

Which would you rather be?

Sindrom penyakit tidur-siang-kelamaan-malamnya-gak-bisa-tidur gue kambuh lagi. Biasalah, ini penyakit liburan, terutama buat siswa baru lulus UN dan gak punya kerjaan seperti...saya :p anyway, belakangan ini saya sedang terobsesi untuk menggali ulang segala sesuatu tentang Anne of Green Gables, one of my favorite novel. Ketika sedang mengunjungi beberapa situs yang membahas soal Anne (with an 'e', thank you very much), i stumbled upon one quote that i never forget.  Which would you rather be? Divinely beautiful, dazzlingly clever, or angelically good? This was Anne's question  to Matthew, which he replied with a simple "I don't know", probably to a shock of being asked about how he wanted himself to be, or, in the other words, how he value himself. That girl, Anne Shirley, was an eleven year old orphan, that was sent by mistake to the Cuthbert family, who want a boy instead of a girl. Imagine how shocked Matthew Cuthbert that time.  Anyway, bac...