Tangan kita tak pernah sudi melepas satu sama lain, bukankah begitu? Dulu, sempat aku melepas genggaman tanganmu, saat kau pertama kali masuk sekolah. Aku, sebagai kakak yang dititipi menjaga adiknya, buru-buru mengejarmu menuju gerbang SD-mu. Namun, kau sudah berlari sambil tertawa-tawa. Tangan kananmu mengenggam bantal kecil yang selalu kau bawa ke mana-mana, bahkan saat sekolah sekalipun. Bantal bersarung rajut yang dibuatkan oleh Kakak Pertama, yang membuatnya sebagai penjamin bahwa ia akan kembali ke rumah kita. “Jangan khawatir, aku sudah besar, tidak perlu kau jaga!” Kau berseru dengan riang, rok merahmu mengembang tertiup angin. Melihatmu begitu bahagia, aku pun sedikit lega. Aku melambaikan tangan kepadamu, lalu berlari menuju arah berlawanan, gerbang SMA-ku lima menit lagi akan tertutup. Sedari tadi, aku begitu mengkhawatirkanmu, dan menunda masuk lebih dulu. Kekhawatiranku ada benarnya, ketika kujemput kau di gerbang SD siang itu, ku...