Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Dibuang Sayang.

1. Tapi, aku mengerti.  Kami bertiga seperti kelasi-kelasi yang kehilangan nahkodanya.  Mama memenuhi kapal dengan tangisnya,  Kakak melubangi kapal dengan amarahnya,  Dan aku mengendalikan layar dengan sia-sia.  "Ah, anak kecil tahu apa!"  Tapi, aku mengerti. 2. Satu Cangkir Doa  Aku membuatkan secangkir teh,  Lalu mengantarkannya pada Abah.   Farah, ini terlalu manis.   Abah, maaf, gulanya terlebih.   Tidak apa-apa, buatkan saja lagi   Ini, satu sendok saja kuberi.    Hanya satu sendok? Pahit sekali!   Abah, maafkan aku, terus menerus salah,   Hanya untukmu, kuberi satu cangkir doa.  3. Madunya Kedukaan.  Duka itu kekosongan,  Tidak pernah mencapai kepuasan.  Orang-orang berpikir,  Kekosongan itu gelap, Lubang pengap dimana kau terjerembap.  Buatku,  Kekosongan itu begitu putih menyilau...