Langsung ke konten utama

Which would you rather be?

Sindrom penyakit tidur-siang-kelamaan-malamnya-gak-bisa-tidur gue kambuh lagi. Biasalah, ini penyakit liburan, terutama buat siswa baru lulus UN dan gak punya kerjaan seperti...saya :p anyway, belakangan ini saya sedang terobsesi untuk menggali ulang segala sesuatu tentang Anne of Green Gables, one of my favorite novel. Ketika sedang mengunjungi beberapa situs yang membahas soal Anne (with an 'e', thank you very much), i stumbled upon one quote that i never forget. 

Which would you rather be? Divinely beautiful, dazzlingly clever, or angelically good?

This was Anne's question  to Matthew, which he replied with a simple "I don't know", probably to a shock of being asked about how he wanted himself to be, or, in the other words, how he value himself. That girl, Anne Shirley, was an eleven year old orphan, that was sent by mistake to the Cuthbert family, who want a boy instead of a girl. Imagine how shocked Matthew Cuthbert that time. 


Anyway, back to the topic. If , just if, Anne ask me instead of Matthew, i would, without doubt, answer: "Dazzlingly Clever", with a huge smile in my face. And i have my reason. As for divinely beautiful, well, beauty will fade. As you get older, you won't be the same self as your young one. The once flawless face will be full of wrinkles and dark spots (granted--there is a technology, cosmetic, and even surgery to fix that, but that's beside the point) . And that strong legs that you used to abuse by wearing a sky high heels (:p) will only be supported by your weak knees and even worst, a cane. No,divinely beautiful doesn't seems like a good choice for me. 


And. there is Angelically Good. As i recall, Anne herself stated that she will never be angelically good. "Mrs. Spencer says I talk so much", she said. As for me, i stated bluntly, and bravely: I'm not an angel, and never was. So I wouldn't be 'angelically good'. But i do admire and respect people who truly wants to became 'angelically good' they have a big, BIG, BIGGG heart to become like that. May God bless them all. 

And that leaves me with 'Dazzlingly Clever', and i take that one. Alasan? I always valued intelligence over anything, except faith maybe :p Dan dengan menjadi pintar, membuat kita dapat memilih hal-hal dan pengaruh yang ada di sekitar kita, dengan menjadi pintar pula, kita dapat ikut "berbuat baik" pada sekitar kita dengan ikut menyumbangan kepintaran yang kita punya. Kepintaran, sama halnya dengan kebaikan hati, tidak akan pudar begitu saja seperti kecantikan. Dan ia akan menjadi penerus bagi kita, selama orang lain memiliki ilmu yang kita ajarkan padanya. 

Bahkan setelah menuliskan semua hal ini, aku masih tidak dapat tidur. Maka aku memutuskan untuk menanyakan pertanyaan ini pada teman-teman dan kakak-kakakku. Dari 12 orang (termasuk diriku), ada 6 orang yang menjawab "Dazzlingly Clever" dan 6 orang yang menjawab "Angelically Good". Aku mengutip beberapa jawaban mereka dalam entry ini. 

Kenapa memilih "Angelically Good"? 

Pinter is a must, tapi kalau pinter nerdy , orang juga agak segan melihatnya. Tapi kalau baik, biasanya rajin dan nice look juga. Itu yang banyak dikejar. -Putri. 
  Cantik itu relatif dan gampang dibuat, pinter bisa dari hasil belajar, kalo baik?-Kak Irna.
If i be a divinely beautiful and dazzlingly clever without a good heart , it's the same as I have a power, but I used it in the wrong way- Lia (Indonesia needs more people like you, like, really)
Because good person is loved by many people-Amer 
This time round, I want to be someone who is so kind, it's really hard for her to get hurt.  Because she will only see the best part of human being. She will be able not to hate, to always forgive people's mistake and her own -Kak Rara (this is a definition of an angel, like literally).
Kalau aku paling cantik, nanti jatuhnya duniawi. Orang-orang jelek pada jealous sama aku :p Kalau aku paling pintar? nanti banyak yang 'ga enak' sama aku karena aku pintar. Gak enanknya dalam arti aku terlalu tinggi untuk mereka jangkau. Kalau aku paling baik, walaupun nanti dibalasnya kejahatan pun, aku akan tetap baik. Jatuhnya duniawi sama akhirat. Kalau dijahatin aku gak akan balas dengan kejahatan karena aku basically baik :) Dan itu ujian hati, tentunya pake kekuatan Allah untuk menanggulanginya. Kalau pun akhirnya kebaikan aku dibalas kebaikan, itu adalah rezeki dunia buar hati dan kehidupan aku, di hadapan Alllah pun-Kak Rifianda (you're really wise, kak :). 
Why did you choose to be 'Dazzlingly Clever'?:


Nobody is really good, and beauty fades-Shaids (true. simple, but true)
It's my nature. My personality-Nanda (i love this answer! xD)
Because I think being clever is guanranteed more to be a survival in this world-Anti. (also true) 
Karena saat kita diberin kepintaran, kita bisa melihat penampilan kita bagus atau tidak. Itu memberi kita kesempatan untuk tampil cantik. Karena kepintaran itu juga, kita bisa tahu kalau orang menyenangi orang yang baik, maka kita berusaha jadi orang baik -Dyah (heavily edited due to her 'ajeb-ajeb' phrase -___-) 
 Dengan menjadi pintar, membuat kita dapat memilih hal-hal dan pengaruh yang ada di sekitar kita, dengan menjadi pintar pula, kita dapat ikut "berbuat baik" pada sekitar kita dengan ikut menyumbangan kepintaran yang kita punya. Kepintaran, sama halnya dengan kebaikan hati, tidak akan pudar begitu saja seperti kecantikan. Dan ia akan menjadi penerus bagi kita, selama orang lain memiliki ilmu yang kita ajarkan padanya. -Me.

Unfortunately, there is no one who vote 'Divinely beuatiful'. Tapi menurutku, menjadi cantik juga bukan sebuah pilihan yang buruk. Setidaknya, dengan kecantikan, kita dapat menarik orang-orang di sekitar kita untuk berbuat baik. I take Miss Indonesia as an example. Sekalipun judulnya 'kontes kencantikan' (dan memang kontes kecantikan, disamping dielu-elukan nya jargon 3B), adalah sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri bahwa mereka juga bekerja untuk masyarakat kita. Mendatangi daerah-daerah kumuh dan ikut bergerak di sana (meskipun cuma sebentar kali yaaa :p). 

Akhirul kalam dari tulisan insomnia saya ini, hanya ingin menunjukkan bahwa inilah nilai diri kita masing-masing. And this is how we value ourselves. Karena sebenarnya, nilai-nilai di atas, baik kecantikan, kepintaran, atau kebaikan hati, adalah persfektif kita sendiri. Karena nilai bukan norma, yang harus ditentukan benar dan salahnya. :)

So, which would you rather be after reading this?










Komentar

  1. *surprised karna ga tau tulisan sayah bakalan dimuat .___.* but, kalo dari post diatas bisa milih lebih dari 1, boleh dong milih ketiganya? XD *kaburr*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

We're all Minky Momo(s), after all.

Halo. Sudah berapa lama Farah nggak nulis? :") Blog ini sama berdebunya dengan buku-buku lama di Perpusat UI. Anyway, entah kenapa malam ini sedang ingin menulis. Random saja, karena melihat postingan seorang senior yang telah menyelesaikan sidang skripsinya minggu lalu. Di timeline line, ia me-repost sebuah lirik lagu dari anime tahun 90'an, Minky Momo. Iya, Minky Momo yang rambutnya pink dan bawa-bawa tongkat itu,  yang mungkin jadi inspirasi sinetron 'Bidadariku' Anyway, yang direpost adalah lirik lagu ini: Ingin menjadi apa, setelah dewasa Ingin menjadi apa, tak terbayangkan~ Diikuti dengan kalimat 'paling relatable 2k16'. Dan seketika saya langsung tersentak 'Oh', batin saya. Berbicara tentang masa depan, karir, memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak sekali ketidak pastian, ada banyak tantangan yang menunggu. Kadang, saat jalan sudah lurus terbentang di hadapan kita, kita masih bingung harus memilih jalan yang sebelah man...

Sejarah

Ada yang bilang kepadaku tak usah pedulikanmu karena kamu hanyalah benda mati yang membisu pada seonggok waktu Ada pula yang bilang kepadaku untuk bercermin kepadamu karena kamu begitu tua sehingga lakumu telah mengisahkan laku laku dan dosa masa lalu Ada yang bilang kepadaku untuk menghormatimu bukan karena kau begitu tua tetapi karena kau akan selalu dan selalu menjadi baru Ada yang bilang kepadaku bahwa kamu tidak lebih dari sebuah beban dan dosa yang dibesar besarkan bahwa kamu hanyalah dongengan yang dilegalkan Ada yang bilang kepadaku bahwa kamu belum selesai dan akan mempelajarimu jika sudah selesai cerita tentangmu sambil berseloroh ia mencandakan akhir waktu Lalu, kamu berbisik kepadaku; “Aku memang seonggok benda mati yang membisu, kaummu telah berbicara lebih banyak tentangku dari pada waktu. Aku memang mengisahkan dosa dan laku masa lalu, tapi aku juga mengisahkan bahagia, pesta pora, dan kemenangan penulisku. Aku memang selalu dan selalu menjadi baru, teta...

Piano Man

Piano Man Hoshiura Tanaka             Jazz Hands Bar and Café             5   Januari 2019             2:30 AM.             Bar itu dipenuhi dengan garis polisi, dan di depannya mobil-mobil polisi terparkir.             Polisi-polisi itu sibuk dengan alat komunikasi mereka masing-masing. Salah satu dari mereka, seorang detektif muda bernama Hoshiura Tanaka, terlihat berlarian ke -sana ke mari di TKP. Ia mencatat keterangan para saksi, meneliti bukti-bukti yang ditemukan tim forensik, dan memeriksa kondisi mayat yang ditemukan.             Sementara ini, dia belum bisa menemukan teori apa pun. Penyelidikan pembunuhan bukalah kisah novel Ra...