Ada yang bilang
kepadaku tak usah pedulikanmu karena kamu hanyalah benda mati yang membisu pada
seonggok waktu
Ada pula yang bilang
kepadaku untuk bercermin kepadamu karena kamu begitu tua sehingga lakumu telah
mengisahkan laku laku dan dosa masa lalu
Ada yang bilang
kepadaku untuk menghormatimu bukan karena kau begitu tua tetapi karena kau akan
selalu dan selalu menjadi baru
Ada yang bilang
kepadaku bahwa kamu tidak lebih dari sebuah beban dan dosa yang dibesar
besarkan bahwa kamu hanyalah dongengan yang dilegalkan
Ada yang bilang
kepadaku bahwa kamu belum selesai dan akan mempelajarimu jika sudah selesai
cerita tentangmu sambil berseloroh ia mencandakan akhir waktu
Lalu, kamu berbisik kepadaku;
“Aku memang seonggok benda mati yang membisu, kaummu telah
berbicara lebih banyak tentangku dari pada waktu. Aku memang mengisahkan dosa
dan laku masa lalu, tapi aku juga mengisahkan bahagia, pesta pora, dan
kemenangan penulisku. Aku memang selalu dan selalu menjadi baru, tetapi
kebaruanku hanyalah bentuk fana dari lakon-lakon lamaku. Aku memang dongengan
yang dilegalkan, tetapi apalah hidupmu, jika bukan dagelan?”
Lalu, kamu berbisik kepadaku, nafasmu menggelitik tengkukku;
“Aku memang belum selesai, sayang. Sebab Tuhan belum selesai
merencakan takdirmu.”
Komentar
Posting Komentar