Langsung ke konten utama

We're all Minky Momo(s), after all.

Halo.

Sudah berapa lama Farah nggak nulis? :") Blog ini sama berdebunya dengan buku-buku lama di Perpusat UI.

Anyway, entah kenapa malam ini sedang ingin menulis. Random saja, karena melihat postingan seorang senior yang telah menyelesaikan sidang skripsinya minggu lalu.

Di timeline line, ia me-repost sebuah lirik lagu dari anime tahun 90'an, Minky Momo. Iya, Minky Momo yang rambutnya pink dan bawa-bawa tongkat itu,  yang mungkin jadi inspirasi sinetron 'Bidadariku'

Anyway, yang direpost adalah lirik lagu ini:

Ingin menjadi apa, setelah dewasa
Ingin menjadi apa, tak terbayangkan~

Diikuti dengan kalimat 'paling relatable 2k16'. Dan seketika saya langsung tersentak 'Oh', batin saya.

Berbicara tentang masa depan, karir, memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak sekali ketidak pastian, ada banyak tantangan yang menunggu. Kadang, saat jalan sudah lurus terbentang di hadapan kita, kita masih bingung harus memilih jalan yang sebelah mana, arah seperti apa yang harus kita tuju. Sama seperti lirik lagu di atas, tak terbayangkan.

Atau mungkin, kita punya bayangan. Kita punya rencana. Kita mau bekerja di suatu perusahaan, menikah, punya anak, lalu pensiun. Atau mungkin, kita ingin melanjutkan studi, menambah ilmu, kemudian baru bekerja dengan ilmu yang sudah lebih banyak. Atau berwirausaha. Atau mungkin memiliki pilihan karir yang telah kita tetapkan sejak lama.

Tapi, dengan cara apa? Kemana kita harus menuju, jalan terbentang luas di hadapan kita, semrawut, berkaitan satu sama lain, namun kita tidak punya petunjuk kemana kita akan menuju.

Dan pada akhirnya, kita tidak tahu, kita akan menjadi kita yang bagaimana.

Minky Momo merubah dirinya sesuai dengan situasinya. Sesuai dengan tuntutan yang harus ia jalankan. Ia memainkan peran, dan terkadang peran yang ia mainkan juga tidak dimengertinya.

Mungkin, sekali lagi mungkin  sama seperti kita.

Sebenarnya Minky Momo,

Hanya ingin menjadi,

Gadis yang sangat cantik~

Lalu, sebenarnya kita mau jadi apa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah

Ada yang bilang kepadaku tak usah pedulikanmu karena kamu hanyalah benda mati yang membisu pada seonggok waktu Ada pula yang bilang kepadaku untuk bercermin kepadamu karena kamu begitu tua sehingga lakumu telah mengisahkan laku laku dan dosa masa lalu Ada yang bilang kepadaku untuk menghormatimu bukan karena kau begitu tua tetapi karena kau akan selalu dan selalu menjadi baru Ada yang bilang kepadaku bahwa kamu tidak lebih dari sebuah beban dan dosa yang dibesar besarkan bahwa kamu hanyalah dongengan yang dilegalkan Ada yang bilang kepadaku bahwa kamu belum selesai dan akan mempelajarimu jika sudah selesai cerita tentangmu sambil berseloroh ia mencandakan akhir waktu Lalu, kamu berbisik kepadaku; “Aku memang seonggok benda mati yang membisu, kaummu telah berbicara lebih banyak tentangku dari pada waktu. Aku memang mengisahkan dosa dan laku masa lalu, tapi aku juga mengisahkan bahagia, pesta pora, dan kemenangan penulisku. Aku memang selalu dan selalu menjadi baru, teta...

Piano Man

Piano Man Hoshiura Tanaka             Jazz Hands Bar and Café             5   Januari 2019             2:30 AM.             Bar itu dipenuhi dengan garis polisi, dan di depannya mobil-mobil polisi terparkir.             Polisi-polisi itu sibuk dengan alat komunikasi mereka masing-masing. Salah satu dari mereka, seorang detektif muda bernama Hoshiura Tanaka, terlihat berlarian ke -sana ke mari di TKP. Ia mencatat keterangan para saksi, meneliti bukti-bukti yang ditemukan tim forensik, dan memeriksa kondisi mayat yang ditemukan.             Sementara ini, dia belum bisa menemukan teori apa pun. Penyelidikan pembunuhan bukalah kisah novel Ra...